Ini Acaman dan Pasal untuk Para Pelaku Penganiayaan Anak

Saat ini banyak berita yang memberitakan mengenai kekerasan yang dilakukan kepada anak. Berita seperti ini tentunya membuat hati kita terenyuh. Salah satunya adalah kisah dari pria yang menendang seorang anak kecil di dan viral di media sosial.

Di Indonesia, anak-anak dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 mengenai Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 mengenai Perlindungan anak.

Pada Undang-Undang ini, diatur tentang hak apa yang harus didapatkan oleh anak, pelindungan terhadap anak, dan juga keadilan seperti apa yang menimpa mereka.

Pada UU ini, juga diatur mengenai ancaman hukuman untuk siapa pun yang melakukan tindak kekerasan bagi anak. Bahkan hukuman atas tindak pidana ini bisa terancam hukuman 5 tahun penjara dan juga denda sebesar Rp100 juta.

Pada pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 mengenai Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak yang isinya berbunyi:

“Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:

a. Diskriminasi

b. Eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual

c. Penelantaran

d. Kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan

e. Ketidakadilan

f. Perlakuan salah lainnya.

Menurut yurisprudensi, yang dimaksudkan dengan penganiayaan adalah hal yang disengaja untuk memberikan perasaan tidak enak atau penderitaan, rasa sakit, bahkan sampai luka. Misalnya diakibatkan karena mencubit, menendang, memukul, menempeleng, dan perilaku tidak mengenakkan lainnya.

Pasal ini diatur khusus pada Pasal 76C UU 35 tahun 2014 yang isinya berbunyi:

“Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.”

Sedangkan sanksi pidana untuk orang yang melakukan perilaku kekerasan atau pun perilaku penganiayaan yang melanggar pasal ini, sudah ditentukan di dalam Pasal 80 UU 35 tahun 2014, yang bunyinya:

(1) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 juta.

(2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.

(3) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3 miliar.

(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya.

Itulah pasal yang dapat membuat melindungi anak-anak Indonesia dari tindakan kekerasan.

You may also like