Pro-Kontra RUU PKS, Ridwan Kamil Desak DPR Segera Sahkan

Ridwan Kamil yang merupakan Gubernur Jawa Barat, meminta kepada DPR untuk bisa segera mengesahkan rancangan Undang-Undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual.

Saat ini memang semakin marak kasus pelecehan seksual di masyarakat. Bahkan hampir setiap harinya, media memberitakan mengenai pelecehan atau bahkan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Beliau menilau kalau saat ini pasal-pasal yang terdapat di KUHPidana tidak bisa membuat jera pelaku pelecehan seksual.

Ridwan Kamil mengatakan kalau kasus seperti ini bukan hanya karena semakin marak di Jawa Barat, tetapi berada di mana-mana. Fenomena ini haruslah disikapi dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan RUU penghapusan tindak pidana kekerasan seksual harus segera disetujui oleh DPR.

Saat ini pasal-pasal yang terdapat pada KUHPidana tidak bisa memberikan efek jera, sedangkan jika menggunakan undang-undang bisa lebih terfokus.

Sosok yang sering disapa Kang Emil ini juga membahas mengenai kasus pemerkosaan yang dilakukan kepada para santriwati yang merupakan korban dari HW.

Para santri yang menjadi korban itu kini sudah kembali bersekolah di sekolah Muhammadiyah. Pelaku HW pun saat ini sudah menjalani empat kali sidang. Kang Emil mengharapkan pelaku bisa dijerat hukum seberat-beratnya.

Jika ada terjadi salah tafsir dari masyarakat mengenai pengungkapan kasus pelecehan seksual kepada para santriwati, ia mengatakan kalau sudah memberikan penjelasan dan juga mempersilahkan masyarakat untuk bisa menilai sendiri.

Dia juga tidak akan mempersalahkan kalau di dalam hal ini akan ada unsur politik.

Ia jugamengungkapkan kalau izin pesantren, pengawasan pesantren, hingga penutupan pesantren adalah kewenangan dari kementrian agama. Namun, jika di dalamnya sudah terjadi kriminalitas maka akan menjadi domain pemerinta daerah juga.

Emil menjelaskan mengenai kewenangan merilis berita pelecehan seksual di media sosial, termasuk juga dengan menjawab apa yang dipertanyakan oleh Denny Siregar.

Menurutnya, kewenangan dalam merilis berita hukum dalam hal pidana anak adalah wewenang dari pihak kepolisian.

Contoh kasus yang diberikan oleh Kang Emil adalah kasus Reynhard Sinaga di Inggris, di mana kasus tersebut baru diumumkan setelah sidang ketok palu. Para korban Reynhard tetap dijaga kerahasiaannya.

Sedangkan saat ini santri yang merupakan korban HW mulai merasakan kesesahan. Apalagi ada beberapa nama korban yang diungkapkan ke publik.

Ridwan Kamil memang sempat memberikan klarifikasi pada media sosialnya menyenai pertanyaan dari para Netizen atau Warganet. Mereka mempertanyakan mengenai kasus pelecehan seksual itu yang sudah diketahui sejak bulan Mei lalu, tetapi tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Ia menegaskan kalah setelah tahu mengenai laporan pelecehan seksual itu langsung dilaporkan ke polisian dan segera ditindak.

Sebelumnya, seorang pemilik pondok pesantren berinisial HW diketahui melakukan pemerkosaan kepada 12 santriwati. Bahkan beberapa santri sampai hamil dan juga melahirkan.

You may also like